Biaya Join MLM Mahal? Jangan Bandingkan Angkanya Saja

Ada bisnis Network Marketing yang biaya bergabungnya gratis. Ada yang ratusan ribu, ada pula yang jutaan rupiah.

Lalu, apakah yang biaya joinnya paling murah otomatis merupakan peluang bisnis yang paling baik?

Belum tentu.

Begitu pula sebaliknya. Biaya bergabung yang lebih besar tidak otomatis berarti peluang bisnisnya lebih bagus.

Jadi, sebelum mengatakan mahal atau murah, ada beberapa hal lain yang sebaiknya ikut dilihat.

Join Hanyalah Pintu Masuk

Dalam sebuah bisnis, bergabung hanyalah langkah awal.

Bahkan jika biaya joinnya gratis, setelah bergabung kita tetap perlu menjalankan bisnis. Ada aktivitas, penjualan, omzet, dan ketentuan tertentu yang menjadi dasar perusahaan membayarkan bonus.

Karena itu, jangan hanya membandingkan:

“Di sana gratis, di sini harus bayar.”

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

“Setelah bergabung, bagaimana bisnis ini bekerja dan bagaimana peluang bonusnya?”

Lihat Marketing Plan-nya

Marketing Plan menjelaskan bagaimana aktivitas dan omzet dalam jaringan dihitung menjadi bonus.

Karena itu, ketika membandingkan beberapa bisnis Network Marketing, pelajari juga:

  • Bagaimana bonus dihitung?
  • Apa syarat untuk mendapatkannya?
  • Bagaimana omzet bekerja?
  • Apakah sistemnya mudah dijalankan dan diduplikasi?

Jangan hanya menghitung berapa uang yang keluar ketika bergabung. Pelajari juga bagaimana uang bisa masuk ketika bisnisnya benar-benar dijalankan.

Tentu saja bonus bukan sesuatu yang otomatis atau pasti didapat. Hasil setiap orang dapat berbeda, tergantung aktivitas, omzet, perkembangan jaringan, serta ketentuan Marketing Plan.

Jangan Lupakan Sistem Pendukungnya

Ada satu hal lagi yang sering luput ketika orang membandingkan biaya join: sistem apa yang tersedia setelah bergabung?

Dalam bisnis BIMA Indonesia, misalnya, tersedia Digital Support System (DSS) untuk membantu member mempelajari, mengenalkan, menjalankan, dan menduplikasi bisnis secara online.

Bagi member, sistem seperti ini dapat berfungsi layaknya memiliki perangkat pendukung bisnis online sendiri tanpa harus membangunnya dari nol.

Kalau harus membuat sendiri website, materi presentasi, sistem informasi, dan perangkat pendukung lainnya, tentu dibutuhkan biaya, waktu, serta kemampuan teknis tersendiri.

Jadi:

Jangan hanya menghitung peluang bonusnya. Perhatikan juga sistem yang tersedia untuk membantu menjalankannya.

Jadi, Mahal atau Murah?

Jawabannya tidak cukup ditentukan oleh angka yang dibayarkan ketika bergabung.

Lihat juga:

Apa yang didapat?

Bagaimana Marketing Plan-nya?

Bagaimana peluang bonusnya?

Apa sistem yang membantu menjalankan dan menduplikasi bisnisnya?

Barulah kita mempunyai dasar yang lebih lengkap untuk mengatakan sebuah biaya bergabung itu mahal, murah, atau masuk akal.

Bagaimana dengan BIMA Indonesia?

Kalau Anda sedang mempertimbangkan bisnis BIMA, tidak perlu buru-buru mengambil keputusan.

Silakan pelajari sendiri Produk BIMA, Marketing Plan BIMA, dan Digital Support System (DSS).

Lihat apa yang didapat, bagaimana peluang bonusnya, dan sistem apa yang membantu member menjalankan serta menduplikasi bisnis.

Setelah itu, silakan Anda sendiri yang menilai: mahal atau justru masuk akal?

Jadilah Faktor Kali. Bagikan jika bermanfaat😊