Marketing Plan BIMA

Bonus besar memang menarik. Tetapi marketing plan yang jenius bukan sekadar tentang angka bonus.

Bagi saya -Btw saya Mufli Abe 🙂 ya- yang lebih penting adalah bagaimana sistem itu dirancang.

Apakah mudah dipahami?

Apakah realistis dijalankan?

Apakah dapat diduplikasi?

Apakah penghargaan yang diberikan tetap masuk akal bagi pertumbuhan jaringan dan keberlangsungan perusahaan?

Di situlah saya mulai melihat mengapa marketing plan BIMA menarik untuk dipelajari lebih jauh.

Marketing Plan adalah Pilar Kedua

Saya melihat BIMA melalui tiga pilar:

Produk yang Bagus. Marketing Plan yang Jenius. DSS yang Canggih.

Produk adalah fondasi pertama.

Tetapi produk yang bagus saja belum cukup.

Sebuah bisnis juga membutuhkan sistem yang mengatur bagaimana jaringan berkembang, bagaimana aktivitas bisnis mendapatkan penghargaan, dan bagaimana pertumbuhan tersebut dapat berlangsung secara lebih terstruktur.

Itulah fungsi marketing plan.

Mengapa Saya Menyebutnya Jenius?

Kata “jenius” bagi saya bukan berarti marketing plan ini sempurna.

Bukan pula berarti semua orang pasti mendapatkan hasil yang besar.

Saya menyebutnya jenius karena saya melihat ada pemikiran yang menarik dalam cara sistemnya dirancang.

Bukan hanya soal:

“Berapa bonusnya?”

Tetapi juga:

“Bagaimana bonus tersebut dihasilkan?”

“Aktivitas apa yang dihargai?”

“Bagaimana sistem membantu pertumbuhan jaringan tetap masuk akal?”

Dan:

“Apakah sistemnya cukup sederhana untuk dipahami dan diduplikasi?”

Bagi saya, marketing plan yang bagus bukan hanya menarik di atas kertas.

Marketing plan yang bagus harus membantu orang memahami apa yang perlu dilakukan dan mengapa sebuah aktivitas mendapatkan penghargaan.

Apa yang Menarik dari Marketing Plan BIMA?

Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah bagaimana BIMA merancang sistem penghargaan bagi para mitranya.

Menurut saya, marketing plan yang baik bukan hanya yang menawarkan angka bonus besar.

Yang lebih penting adalah apakah sistem tersebut:

  • mudah dipahami;
  • dapat dijalankan secara realistis;
  • memberikan penghargaan yang seimbang dengan aktivitas bisnis;
  • dapat diduplikasi;
  • dan tetap masuk akal bagi keberlangsungan perusahaan maupun jaringan.

Saya juga tertarik dengan konsep yang dalam materi marketing BIMA disebut anti-overpaid.

Dalam pemahaman saya, konsep ini berkaitan dengan bagaimana sistem penghargaan dirancang agar pembayaran bonus tetap mempertimbangkan aktivitas bisnis dan keberlangsungan sistem, bukan semata-mata mengejar pertumbuhan jaringan.

Bagi saya, konsep seperti inilah yang membuat marketing plan BIMA menarik untuk dipelajari lebih dalam.

Bukan Sekadar Mengejar Bonus

Saya tidak ingin memandang marketing plan hanya dari pertanyaan:

“Berapa besar bonus yang bisa saya dapat?”

Pertanyaan yang menurut saya lebih penting adalah:

“Dari mana bonus tersebut berasal, apa aktivitas yang menghasilkan bonus tersebut, dan apakah sistemnya dapat terus berjalan ketika jaringan semakin besar?”

Dengan cara berpikir seperti itu, kita dapat melihat marketing plan secara lebih objektif.

Bukan hanya melihat potensi hasilnya, tetapi juga memahami mekanismenya.

Angka bonus bisa membuat kita tertarik. Tetapi memahami mekanismenya membantu kita mengambil keputusan.

Jenius Itu Harus Bisa Diduplikasi

Ada satu hal lain yang penting bagi saya.

Sistem yang terlihat hebat tetapi hanya bisa dijalankan oleh sedikit orang belum tentu menjadi sistem yang baik untuk sebuah jaringan.

Dalam network marketing, kemampuan untuk menduplikasi cara kerja menjadi sangat penting.

Artinya, orang baru seharusnya tidak selalu bergantung pada keahlian khusus sponsornya.

Mereka perlu memiliki alur yang dapat dipelajari, dipahami, dan diterapkan kembali.

Di sinilah marketing plan bertemu dengan pilar ketiga:

DSS yang Canggih.

Marketing plan memberikan sistem bisnisnya.

DSS membantu orang mempelajari dan menjalankannya.

→ Lihat Bagaimana DSS Bekerja

Mengapa Saya Tidak Menampilkan Perhitungan Lengkap di Sini?

Marketing plan BIMA memiliki mekanisme dan perhitungan yang lebih lengkap daripada yang perlu saya jelaskan di halaman ini.

Saya sengaja tidak memenuhi FaktorKali.com dengan tabel bonus dan simulasi penghasilan yang panjang.

Selain lebih mudah berubah mengikuti kebijakan perusahaan, angka-angka tersebut juga lebih baik dipelajari bersama penjelasan lengkapnya.

Di dalam DSS tersedia materi pembelajaran, termasuk rekaman webinar yang membahas marketing plan BIMA secara lebih mendalam.

Ingin Melihat Marketing Plan Secara Lebih Lengkap?

Jika Anda ingin melihat penjelasan yang lebih lengkap, Anda dapat mulai dari presentasi DSS.

→ LIHAT PRESENTASI DSS

Jika setelah melihat presentasinya Anda ingin mempelajari materi lebih jauh, Anda dapat membuat akun DSS secara gratis.

→ BUAT AKUN DSS GRATIS

Membuat akun DSS tidak berarti Anda harus langsung bergabung atau melakukan pembayaran.

Masih Ingin Memahami Pilar Lainnya?

Jika Anda ingin kembali melihat fondasi bisnisnya:

→ Pelajari Produk BIMA

Jika Anda ingin melihat gambaran BIMA secara keseluruhan:

→ Mengenal BIMA Indonesia

Jika Anda ingin kembali ke awal:

→ Faktor Kali

Pelajari Sebelum Mengambil Keputusan

Saya percaya marketing plan sebaiknya dipahami terlebih dahulu sebelum seseorang memutuskan untuk menjalankan bisnis.

Jangan hanya melihat bonus yang ditawarkan.

Pahami bagaimana sistemnya bekerja.

Pahami apa yang harus dilakukan.

Pahami dari mana penghargaan tersebut berasal.

Dan pahami pula risiko serta tanggung jawab sebagai pelaku bisnis.

Tidak perlu terburu-buru mengambil keputusan.

Mau Gabung?
→ Grup WA Ring 1 Pak Mufli

Kenali. Pahami. Tanyakan. Kemudian putuskan sendiri.

Jadilah Faktor Kali. Bagikan jika bermanfaat😊