Bisnis Bima memang MLM atau Network Marketing. Namun, MLM yang dijalankan dengan benar bukan sekadar merekrut orang, melainkan bisnis berbasis produk, jaringan, dan duplikasi. Tulisan ini membahas Faktor Kalinya, hal-hal yang perlu diperiksa dari sisi legalitas, serta cara baru menjalankannya dengan bantuan media sosial dan DSS BisnisDiRumah.
Bisnis Bima memang MLM atau Network Marketing. 🙂
Saya tidak ingin menyamarkannya dengan istilah lain. Namun, izinkan saya mengajak Anda melihat MLM dari sudut pandang yang lebih utuh.
Di Mana Faktor Kalinya?
Dalam usaha biasa, hasil umumnya berasal dari pekerjaan yang kita lakukan sendiri.
Misalnya, satu orang mampu melayani 10 pelanggan. Jika ingin melayani lebih banyak, ia harus menambah waktu, tenaga, atau karyawan.
Dalam Network Marketing, kita tidak hanya belajar menjual produk. Kita juga membangun jaringan orang yang melakukan kegiatan serupa.
Ilustrasi sederhananya:
1 orang belajar → mempraktikkan → mengajarkan kepada beberapa orang → mereka melakukan hal yang sama.
Di situlah terdapat Faktor Kali.
Bukan berarti hasilnya otomatis besar. Tetap diperlukan produk yang digunakan masyarakat, kegiatan penjualan yang nyata, pembinaan, dan proses duplikasi yang berjalan.
Jadi, modal dalam bisnis ini bukan hanya uang. Ada modal waktu, kemauan belajar, komunikasi, pelayanan, dan konsistensi.
Apakah MLM Legal?
MLM atau penjualan langsung berjenjang merupakan salah satu model pemasaran yang dikenal dalam peraturan perdagangan di Indonesia.
Namun, MLM berbeda dengan money game atau skema piramida.
Bisnis yang benar harus memiliki perusahaan dan legalitas yang jelas, produk nyata, aturan pemasaran, serta sumber komisi yang berkaitan dengan penjualan dan peredaran produk—bukan sekadar uang pendaftaran anggota baru.
Karena itu, sebelum bergabung jangan hanya bertanya:
“Bonusnya berapa?”
Pelajari juga:
- Bagaimana perusahaannya?
- Apa produknya?
- Apakah legalitas perusahaan dan produknya dapat diperiksa?
- Dari mana komisi dibayarkan?
- Apakah ada sistem untuk membantu mitra belajar dan bekerja?
Dalam Bisnis Bima, informasi mengenai perusahaan, produk, marketing plan, dan cara kerjanya dapat dipelajari lebih dahulu melalui DSS BisnisDiRumah.
MLM pada Zaman Media Sosial
Dahulu, bisnis jaringan sering dikerjakan dengan membawa brosur, membuat daftar nama, menelepon teman, lalu mengadakan pertemuan dari rumah ke rumah.
Cara itu masih dapat digunakan. Namun, zaman telah berubah.
Sekarang kita memiliki:
- Facebook dan media sosial
- Website dan konten edukasi
- Pertemuan melalui Zoom
- DSS BisnisDiRumah
- Sistem presentasi dan pendaftaran secara online
Artinya, seseorang dapat mengenal bisnis ini, mempelajari informasinya, dan membuat akun DSS dari tempat tinggalnya masing-masing.
Teknologi tidak menggantikan hubungan antarmanusia. Teknologi membantu kita menjangkau, menjelaskan, dan menindaklanjuti lebih banyak orang dengan cara yang lebih rapi.
Inilah cara baru menjalankan Network Marketing di zaman digital.
Jadi, MLM Itu Baik atau Buruk?
Menurut saya, jangan menilai hanya dari tiga hurufnya: MLM.
Nilailah perusahaan, produknya, legalitasnya, sistem kerjanya, dan cara orang menjalankannya.
Pisau dapat digunakan untuk memasak, tetapi dapat pula disalahgunakan. Begitu juga sebuah sistem bisnis. Sistemnya perlu dipahami, sedangkan cara menjalankannya tetap bergantung pada manusianya.
Saya memilih menjalankan Bisnis Bima dengan pendekatan edukasi: menyampaikan fakta, menunjukkan sistemnya, dan memberi kesempatan kepada orang untuk mempelajarinya terlebih dahulu.
Tidak perlu langsung bergabung.
Pelajari dahulu melalui DSS BisnisDiRumah
Jika setelah mempelajarinya Anda merasa cocok, barulah kita berbicara tentang langkah berikutnya.
Salam Hangat
Mufli Abe
→ WA Pak Mufli ( 081 331 5500 89 )
Terimakasih ya