
Saya percaya rezeki dibagikan oleh Tuhan, Sang Maha Pemilik jagad raya ini.
Saya juga percaya bahwa rezeki itu sering datang melalui banyak jalan. Tugas kita adalah tetap berusaha, bergerak, dan memantaskan diri untuk menerimanya. Meskipun kadang-kadang memang ada juga rezeki yang datang dari arah yang sama sekali tidak kita sangka.
Izinkan saya sedikit bercerita dari pengalaman sederhana.
Sehari-hari saya membuat roti. 🍞
Roti yang saya buat itu sering juga saya jadikan bahan konten di Facebook. Saya ceritakan proses membuatnya, hasilnya, kadang resepnya, kadang juga cerita-cerita kecil yang terjadi di tempat produksi.
Apa yang terjadi?
Ternyata dari konten tersebut semakin banyak orang yang tahu bahwa saya membuat dan menjual roti. Sebagian dari mereka kemudian datang ke kedai saya dan membeli.
Alhamdulillah, dapat rezeki. 😀
Padahal awalnya saya hanya melakukan dua hal yang memang saya sukai: membuat roti dan bercerita tentang roti.
Dari pengalaman kecil itulah saya berpikir, barangkali teman-teman yang mempunyai produk, jasa, keahlian, atau usaha juga bisa melakukan hal yang sama.
Ceritakan apa yang kita kerjakan.
Tidak harus selalu menjual.
Bisa berbagi pengalaman, proses belajar, kegagalan, keberhasilan kecil, tips, atau sesuatu yang sekiranya bermanfaat bagi orang lain.
Semakin rajin kita membuat konten yang bermanfaat, semakin banyak pula kesempatan orang untuk mengenal apa yang kita kerjakan.
Dan siapa tahu, dari situlah salah satu pintu rezeki terbuka. InsyaAllah. 🤲
Konten Tidak Harus di Media Sosial
Belakangan ini saya juga aktif menjalankan bisnis BIMA yang cukup sering saya ceritakan di Faktorkali.com.
Website yang sedang Anda baca ini sebenarnya juga merupakan konten.
Jadi, membuat konten tidak selalu berarti membuat video atau posting di Facebook, Instagram, TikTok, dan media sosial lainnya.
Tulisan di website pun adalah konten.
Bahkan tulisan mempunyai satu kelebihan yang saya sukai: kita bisa menjelaskan sesuatu dengan lebih panjang, lebih tenang, dan lebih lengkap.
Itulah salah satu alasan saya membangun Faktorkali.com.
Saya ingin menjadikannya tempat untuk berbagi cerita tentang sesuatu yang belakangan semakin menarik perhatian saya, yaitu Faktor Kali.
Bukan hanya dalam bisnis.
Faktor Kali bisa berupa orang lain, tim, teknologi, internet, sistem, jaringan, bahkan AI yang membantu kita mengerjakan sesuatu dengan lebih cepat atau menjangkau lebih banyak orang.
Dan konten sendiri menurut saya juga merupakan salah satu bentuk Faktor Kali.
Saya membuat satu tulisan hari ini, tetapi tulisan itu bisa dibaca berkali-kali oleh orang yang berbeda, bahkan ketika saya sedang membuat roti, sedang bersama keluarga, atau sedang tidur. 😀
Menarik, bukan?
Mudah-mudahan konten yang saya buat, baik di media sosial maupun di website ini, tidak hanya menjadi jalan rezeki bagi saya sendiri.
Saya berharap ada sesuatu yang bisa teman-teman bawa pulang dari sini. Mungkin sebuah ide, inspirasi, pengalaman, atau sekadar keberanian untuk mulai mencoba sesuatu.
Kalau ada waktu senggang dan ingin memahami lebih jauh apa yang saya maksud dengan Faktor Kali, silakan lanjutkan membaca tulisan-tulisan saya yang lain di website ini.
Siapa tahu, dari satu cerita sederhana kita menemukan Faktor Kali kita masing-masing.
Terima kasih sudah mampir. 🙏
Salam Faktor Kali,
Pak Mufli
